Category: Uncategorized

  • Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

    Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

    Jateng – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara wisuda prajurit taruna akademi TNI dan
    Bhayangkara taruna akademi Kepolisian di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/11/2025).

    Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan soal pentingnya sinergisitas TNI-Polri menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

    “Saya perpesan agar terus memperhatikan sinergisitas dan solidaritas TNI-Polri dalam setiap perjalanan. Sehingga mampu melewati berbagai tantangan bangsa demi mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sigit dalam amanatnya.

    Pada tahun ini terdapat 1.621 taruna, terdiri dari 713 Akmil, 350 AAL, 210 AAU, serta 348 Bhayangkara taruna Akpol, yang menyelesaikan pendidikan dasar integratif taruna akademi TNI dan akademi Kepolisian.

    Dalam kesempatan ini, Sigit menyebut bahwa TNI-Polri harus berperan aktif dalam rangka mengawal dan mempercepat pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.

    “Keberhasilan seluruh kebijakan tersebut tentunya merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa termasuk TNI-Polri sebagai garda terdepan yang saling melengkapi dalam menyelesaikan berbagai tantangan bangsa melalui tugas pokoknya masing-masing,” ujar Sigit.

    Terlebih lagi, kata Sigit, pada tahun 2030 sampai 2035, Indonesia diproyeksikan memasuki puncak bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi struktur penduduk nasional. Apabila berhasil dimanfaatkan dengan baik, Indonesia akan melakukan lompatan jauh ke depan, setara dengan negara maju lainnya.

    Lebih dalam, Sigit menegaskan, tantangan tugas ke depan juga akan semakin kompleks. Disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global akan terus berkembang serta berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan dan kedaulatan Bangsa Indonesia.

    “Oleh karena itu, para taruna tentunya harus terus menempa diri sehingga menjadi perwira TNI-Polri yang berkualitas, karena salah satu kunci utama dalam menyambut bonus demografi dan tantangan tugas tersebut adalah dukungan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ucap Sigit.

    Menurut Sigit, pendidikan dasar ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai sinergisitas dan soliditas sejak dini guna memperkuat ikatan emosional para calon perwira TNI dan Polri.

    Dengan latar matra dan korps berbeda, Sigit menuturkan bahwa, para taruna telah ditempa bersama dalam suasana kebersamaan, disiplin, dan semangat integrasi, yang akan menjadi bekal berharga untuk mengabdikan kepada masyarakat, serta menjaga keutuhan NKRI.

    “Hal ini sejalan dengan penyampaian Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa, ‘TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, wujud dari penegakan kedaulatan, dan wujud dari eksistensi negara’,” tutur Sigit.

    Sigit berharap upacara wisuda prajurit taruna akademi TNI dan Bhayangkara taruna akademi Kepolisian ini dapat menjadi momentum lahirnya generasi unggul calon perwira TNI–Polri yang kelak menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

    “Saya dan Bapak Panglima TNI juga pernah menjalani pendidikan seperti Taruna sekalian, sehingga memahami bahwa menempuh pendidikan sebagai seorang Taruna bukanlah perjuangan yang mudah. Dibutuhkan ketekunan dan pengorbanan selama menempuh pendidikan, sehingga dapat menjadi seorang perwira yang tanggap, tanggon, dan trengginas,” tutup Sigit.

  • KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT

    As SDM Kapolri Buka Peningkatan Kemampuan TOT Instruktur Polisi Sadar Berkarakter Di Purwakarta, Wujudkan Polri Yang Responsif Melayani Masyarakat

    Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen. Pol. Anwar membuka acara Peningkatan Kemampuan Training Of Trainers (TOT) Instruktur Polisi Sadar Berkarakter, Pada Kamis, 27 November 2025.

    Kegiatan upacara pembukaan yang digelar Markas Bataliyon B Resimen IV Pelopor Brimob di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta itu dihadiri Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar dan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

    Selain itu tampak hadir, Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Ketua DPRD Purwakarta, Sri Puji Utami, Dandim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, Ketua MUI Purwakarta, KH. John Dien, Para PJU Polres Purwakarta dan Tamu Undangan lainnya.

    Irjen. Pol. Anwar menyebut, kegiatan ini adalah kegiatan untuk melaksanakan implementasi dari Reformasi Kepolisian, sehingga untuk mempercepat itu melakukan Training Of Trainers (TOT) Instruktur Polisi Sadar Berkarakter.

    “Kegiatan ini bakal dilaksanakan selama 15 hari dan diikuti 50 peserta dari seluruh Polda. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menumbuhkan karakter dan watak Polri yang mempunyai sikap untuk melayani masyarakat dengan mengedepankan sisi-sisi humanis,” jelasnya.

    Ia menyebut, kegiatan ini menjadi bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional, dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual, dan kultural.

    “Nantinya, para peserta yang mengikuti kegiatan TOT Instruktur Polisi Sadar Berkarakter ini, akan menjadi pelatih lagi di wilayahnya masing-masing. Ini merupakan kegiatan dari internal kepolisian untuk menyikapi dalam mengimplementasikan Polisi Sadar Berkarakter,” Ungkapnya

    As SDM Polri menambahkan, kegiatan ini untuk meningkatkan karakter kepolisian dalam pelayanan masyarakat. Sehingga hal ini kemudian membangun komitmen kolektif dan pada akhirnya, mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.

    Bandung 27 November 2025.

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Sabhara Polsek Tanah Sareal Tingkatkan Patroli Cegah Tawuran di Jalan Soleh Iskandar

    Kota Bogor – Anggota Unit Sabhara Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota terus meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah titik rawan tawuran, salah satunya di kawasan Jalan Soleh Iskandar, tepatnya di gerbang masuk BCC. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., untuk memperkuat kehadiran polisi di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan arena tawuran.

    Panit Sabhara Polsek Tanah Sareal, Ipda Khawasi, menyampaikan bahwa patroli dilakukan untuk mencegah potensi tawuran dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
    “Kali ini kita melaksanakan patroli di Jalan Soleh Iskandar yang sering dijadikan lokasi tawuran, tepatnya di gerbang pintu masuk BCC,” ungkapnya, Kamis (27/11/2025).

    Ia menambahkan bahwa kehadiran polisi tidak hanya sebagai langkah antisipasi, tetapi juga bentuk kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Petugas turut memberikan imbauan kepada warga agar lebih waspada serta menjaga komunikasi yang baik dengan kepolisian.

    “Kami mengajak masyarakat untuk bersinergi. Apabila melihat tanda-tanda tawuran, segera laporkan kepada petugas,” ujar Ipda Khawasi.

    Dengan intensitas patroli yang ditingkatkan, Polsek Tanah Sareal berharap kejadian tawuran maupun tindak pidana lainnya dapat ditekan, sehingga wilayah Tanah Sareal khususnya dan Kota Bogor pada umumnya tetap aman dan kondusif.

  • Polsek Tanah Sareal Intensifkan Operasi Miras Menuju Wilayah Zero Miras

    Kota Bogor – Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukumnya. Jajaran Polsek secara konsisten melaksanakan razia terhadap para penjual miras sebagai tindak lanjut dari perintah Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.M., untuk mewujudkan wilayah hukum Polresta Bogor Kota menuju Zero Miras.

    Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggelar operasi miras tanpa henti hingga tidak ada lagi pedagang yang menjual minuman keras di wilayah Tanah Sareal.
    “Kami terus menerus melaksanakan operasi penjual miras sampai titik zero dan tidak ada lagi penjual miras di wilayah Tanah Sareal,” ungkapnya, Kamis (27/11/2025).

    Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat untuk memerangi peredaran miras dan obat-obatan terlarang yang dapat memicu gangguan kamtibmas.

    Pelaksanaan operasi dipimpin langsung oleh Pawas bersama anggota piket fungsi, serta melibatkan Satpol PP guna memperkuat tindakan penegakan di lapangan. Penindakan hingga penyegelan akan dilakukan terhadap toko yang masih nekat menjual miras.

    “Kami ingin menciptakan wilayah hukum Polsek Tanah Sareal zero miras,” tegas Kompol Doddy.

    Dengan rutin dilaksanakannya operasi miras, diharapkan angka kriminalitas dan potensi tawuran dapat ditekan secara signifikan sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat.

  • Polresta Bogor Kota Gelar Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pejabat Utama dan Kapolsek

    Kota Bogor – Polresta Bogor Kota menggelar upacara pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) untuk sejumlah pejabat utama dan Kapolsek, bertempat di halaman Mapolresta Bogor Kota. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.M.

    Adapun pejabat yang melaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan yaitu Kabag Ren, Kabag Log, Kasat Samapta, serta Kapolsek Bogor Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran dan penguatan struktur kepemimpinan di lingkungan Polresta Bogor Kota.

    Dalam amanatnya, Kapolresta Bogor Kota menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan proses yang wajar dalam institusi Polri sebagai upaya peningkatan kinerja, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat. Beliau juga mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat yang baru dilantik serta menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi selama mengemban tugas.

    Melalui kegiatan ini, Polresta Bogor Kota berharap terwujudnya soliditas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pelaksanaan tugas yang semakin presisi di wilayah Kota Bogor.

    Upacara berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polresta Bogor Kota, Kapolsek jajaran, serta personel Polresta Bogor Kota.

  • Polresta Bogor Kota Berikan Pertolongan Cepat kepada Warga yang Diduga Terjatuh di Sekitar Jembatan Merah

    Kota Bogor – Anggota Polresta Bogor Kota memberikan respon cepat terhadap laporan masyarakat terkait adanya seorang warga yang ditemukan tergeletak di sekitar kawasan Jembatan Merah, Kota Bogor, pada Selasa pagi.

    Menerima informasi tersebut, petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan pertolongan pertama kepada korban yang diduga terjatuh saat berjalan. Kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis segera membuat petugas mengevakuasinya menggunakan ambulans Polresta Bogor Kota.

    Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, petugas belum menemukan kartu identitas pada diri korban, sehingga proses identifikasi masih dilakukan.

    Polresta Bogor Kota mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau menghubungi RS Bhayangkara. Petugas memastikan akan terus memberikan pelayanan terbaik dan cepat dalam setiap laporan masyarakat.

    Demikian informasi yang dapat disampaikan. Polresta Bogor Kota akan memberikan pembaruan lebih lanjut terkait perkembangan situasi ini.

  • Satlantas Polresta Bogor Kota Laksanakan Program Polantas Peduli, Kunjungi Keluarga Korban Kecelakaan di Kedung Badak

    Kota Bogor – Satlantas Polresta Bogor Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan humanis melalui program Polantas Peduli Korban Kecelakaan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi kediaman almarhum Putra Mohamad Irsan di wilayah Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

    Dalam kunjungan tersebut, Iptu F. EK. Susilo selaku Kasubnit 2 Unit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota bersama anggota menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Kehadiran petugas tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada orang tua korban yang masih berduka.

    Selain itu, Iptu Susilo juga menyampaikan perkembangan penanganan perkara kecelakaan yang menimpa almarhum. Hal ini dilakukan sebagai wujud transparansi dan kepedulian Satlantas Polresta Bogor Kota dalam memastikan setiap proses penanganan perkara berjalan secara profesional, terbuka, dan dapat dipahami oleh pihak keluarga.

    Satlantas Polresta Bogor Kota berharap kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pelayanan yang lebih humanis dan presisi.

  • Polri Peragakan Model Pelayanan Unjuk Rasa Terbaru pada Apel Kasatwil 2025, Dirsamapta: “Semua Tindakan Harus Sesuai Prosedur dan Berbasis HAM”

    Polri menampilkan peragaan lengkap konsep pelayanan unjuk rasa dalam rangka Apel Kasatwil Tahun 2025, sebagai bentuk kesiapan operasional dan penyegaran SOP dalam pengendalian massa yang lebih humanis, modern, dan berbasis hak asasi manusia. Peragaan yang dilakukan oleh Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri tersebut memperlihatkan secara utuh lima tingkatan eskalasi unjuk rasa, mulai dari situasi tertib hingga eskalasi rusuh berat, berikut langkah-langkah kepolisian yang harus dilakukan pada setiap tahap.

    Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. Moh. Ngajib menjelaskan bahwa model pelayanan unjuk rasa ini merupakan penyempurnaan dari pola lama, dengan menekankan profesionalisme, proporsionalitas, dan penggunaan kekuatan sesuai Perkap No. 1 Tahun 2009 serta standar HAM dalam Perkap No. 8 Tahun 2009.

    “Peragaan ini bukan sekadar simulasi, tetapi penegasan bahwa setiap tindakan kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa harus sesuai prosedur, terukur, dan menghormati hak-hak warga. Itulah standar pelayanan yang wajib diterapkan di seluruh satuan wilayah,” tegas Brigjen Ngajib.

    Dalam kegiatan tersebut, Polri memeragakan tata cara pelayanan unjuk rasa berdasarkan lima tingkat eskalasi:

    1. Tertib – Massa patuh imbauan dan kegiatan masyarakat tetap berjalan lancar. Petugas menerapkan kehadiran polisi sebagai tindakan pencegahan (deterrent) serta imbauan lisan.

    2. Kurang Tertib – Massa mulai mengejek, provokasi ringan, dan tidak mengindahkan imbauan. Petugas menerapkan kendali tangan kosong lunak dan negosiasi oleh Kapolres sebagai pengendali taktis.

    3. Tidak Tertib – Massa mulai melempar, melakukan pembakaran lokal, atau gangguan yang menyebabkan luka ringan. Petugas melakukan kendali tangan kosong keras dan pendorongan dengan meriam air (AWC).

    4. Rusuh – Massa melakukan kekerasan, perusakan, serangan fisik, dan penutupan jalan secara masif. Petugas menerapkan penggunaan senjata tumpul, gas air mata, atau alat non-mematikan sesuai standar.

    5. Rusuh Berat – Situasi meningkat hingga memerlukan lintas ganti ke satuan Brimob atau penanganan oleh tim Raimas jika tidak tersedia PHH Brimob.

    Menurut Brigjen Ngajib, penyederhanaan prosedur dari 38 tahap menjadi lima fase membuat pola pelayanan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh petugas, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

    “Kita ingin seluruh Kasatwil memahami bahwa respons kepolisian tidak boleh reaktif. Ia harus melalui tahapan yang jelas, dengan evaluasi pada setiap tindakan. Inilah bentuk modernisasi pengendalian massa yang akuntabel,” ujarnya.

    Peragaan tersebut memperlihatkan keterlibatan terpadu berbagai fungsi kepolisian, seperti:

    – Sabhara sebagai Dalmas awal,

    – Propam sebagai pengawas tindakan dan kepatuhan prosedur,

    – Lalu Lintas untuk pengaturan arus,

    – Reskrim dalam identifikasi provokator dan pelaku pidana,

    – Intelkam untuk penggalangan massa,

    – Humas melakukan dokumentasi dan publikasi,

    – K-9 untuk sterilitas area,

    – serta tim negosiator bersertifikasi untuk meredam eskalasi.

    Teknologi baru juga ditampilkan, seperti helm Dalmas dengan konektor suara yang memungkinkan instruksi didengar hingga radius 2 km, serta penggunaan drone dalam pengambilan keputusan taktis.

    Brigjen Ngajib menegaskan bahwa tujuan utama peragaan ini adalah menyamakan persepsi seluruh Kasatwil dalam memberikan pelayanan unjuk rasa yang humanis namun tetap tegas.

    “Pelayanan unjuk rasa bukan sekadar pengamanan, tetapi pelayanan publik. Kita wajib memastikan massa dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, dan negara tetap hadir menjaga ketertiban umum secara proporsional,” ujar Dirsamapta.

    Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penguasaan lapangan menjadi kunci sukses aparat di era sekarang.

    “Kapolres harus dikenal oleh masyarakatnya. Semakin baik hubungan polisi dengan warga, semakin kecil potensi eskalasi unjuk rasa meningkat,” tutup Brigjen Ngajib.

  • Polda Jabar Gelar Binrohtal dan Doa Bersama dalam Rangka Peringatan HUT KORPRI ke-54

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) mingguan yang dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al-Amman Polda Jabar, Rabu (26/11/2025).

    Pelaksanaan binrohtal kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr. H. Agus Nur Kholik, S.Ag., M.A., yang memberikan tausiah bertema penguatan integritas, keikhlasan dalam bekerja, serta semangat pengabdian yang selaras dengan nilai-nilai KORPRI. Kehadiran para personel Polda Jabar memenuhi Masjid Al-Amman menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan rohani ini.

    Dalam tausiahnya, Ustadz Agus Nur Kholik menekankan pentingnya menjaga hati, memperbaiki niat, dan menjunjung tinggi etika kerja sebagai aparatur negara. Ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan momen HUT KORPRI sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri.

    “Tugas kita bukan hanya menjalankan amanah kedinasan, tetapi juga menjaga amanah moral. Pengabdian tanpa keikhlasan tidak akan membawa keberkahan. Mari jadikan setiap langkah kita sebagai bentuk ibadah,” ujarnya.

    Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat rasa syukur dan memperbanyak doa dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian. Menurutnya, ketenangan batin dan keteguhan iman adalah modal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

    Rangkaian acara diisi pula dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Agus, memohon kelancaran tugas, keselamatan personel, serta keberkahan bagi institusi Polri, khususnya Polda Jawa Barat. Doa bersama ini juga dipersembahkan untuk kesuksesan dan kemajuan Korps Pegawai Republik Indonesia yang memasuki usia ke-54.

    Kegiatan berjalan dengan penuh khidmat dan memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi para peserta. Para personel yang hadir diharapkan dapat menerapkan pesan rohani yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

    “Dengan diselenggarakannya binrohtal dan doa bersama ini, Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membina kemampuan teknis dan profesionalisme personel, tetapi juga memperkuat aspek mental dan spiritual sebagai pondasi penting dalam menjalankan tugas kepolisian secara berintegritas, humanis, dan penuh keikhlasan.” tutup Kabid Humas.

    Rabu, 26 November 2025

    Dikeluarkan Oleh Bidhumas Polda Jabar

  • Makna Logo Jaga Lembur Sauyunan Polda Jawa Barat

    Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyatakan bahwa Polda Jabar resmi memperkenalkan logo Jaga Lembur Sauyunan sebagai identitas program penguatan keamanan berbasis komunitas (Comunity policing) di wilayah Jawa Barat.

    “Logo ini dirancang dengan mengusung nilai budaya sunda, profesionalisme Polri serta komitmen pelayanan keamanan berbasis kemitraan bersama masyarakat.” ujar Kombes Hendra, Rabu (26/11/2025)

    Logo ini disusun dengan sejumlah unsur yang memiliki filosofi mendalam diantaranya :

    1. Bentuk Perisai
    Bentuk dasar logo menyerupai perisai, melambangkan perlindungan dan ketangg uhan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat Jawa Barat. Perisai juga menjadi simbol siap siaga menghadapi segala ancaman.

    2. Angka “24/7”
    Angka ini bermakna siaga penuh selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
    Menunjukkan bahwa personel Polda Jawa Barat selalu hadir kapan pun masyarakat membutuhkan, tanpa mengenal waktu.
    Warna Hijau (2): Melambangkan ketenangan, harapan, dan kedamaian yang diupayakan melalui kehadiran polisi di tengah masyarakat.
    Warna Kuning (4): Simbol energi, semangat, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
    Warna Biru (7): Mewakili profesionalisme, kepercayaan, dan integritas aparat kepolisian.

    3. Lambang Roda Bergigi
    Roda melambangkan kerja sama dan sinergi antar satuan, juga menggambarkan pergerakan yang terus berputar tanpa henti, menandakan kesiapsiagaan berkelanjutan dalam menjaga keamanan.

    4. Tulisan “SAUYUNAN”
    Kata “Sauyunan” berasal dari bahasa Sunda yang berarti gotong royong atau kebersamaan.
    Ini mencerminkan semangat solidaritas dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

    5. Tulisan “JAGA LEMBUR” dan Kepala Macan Hitam
    “Jaga Lembur” berarti menjaga kampung atau desa, menggambarkan kedekatan polisi dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
    Macan Hitam adalah simbol khas Jawa Barat yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan ketegasan dalam menjaga wilayahnya.
    Macan dengan mulut terbuka menunjukkan kesiapan bertindak cepat terhadap segala ancaman keamanan.

    6. Kujang di Sisi Kanan dan Kiri
    Kujang adalah senjata tradisional khas Sunda, simbol kehormatan, keberanian, dan identitas budaya Jawa Barat. Kehadirannya menegaskan bahwa Polda Jabar berakar kuat pada nilai-nilai lokal sambil menjaga keamanan secara modern.

    7. Warna Merah dan Kuning pada Pita
    Merah: Keberanian, semangat juang, dan pengorbanan.
    Kuning: Kejayaan, keadilan, serta niat baik dalam pengabdian kepada masyarakat.

    “Makna Keseluruhan
    Logo ini mencerminkan semangat Polda Jawa Barat yang siap siaga 24 jam, bekerja secara bersama (sauyunan) dengan masyarakat untuk menjaga keamanan kampung dan daerahnya (jaga lembur) dengan semangat keberanian, profesionalisme, dan nilai-nilai budaya Sunda” tutur Kabid Humas.

    Polda Jabar berharap program “Jaga Lembur Sauyunan” semakin mudah dikenali, diterima dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Program.ini diharapkan dapat memperkuat peran Polri bersama masyarakat dalam mencegah potensi kerawanan , meningkatkan kepekaan lingkungan serta mempererat hubungan komunikasi antara aparat keamanan dan warga.

    Bandung 26 Nopember 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar